Semua artikel

Sistem bilangan: untuk apa biner, oktal, dan heksadesimal

Aksara Jawa (Hanacaraka), yang sampai sekarang masih diajarkan di sekolah-sekolah Jawa dan Yogyakarta serta muncul di rambu jalan dan papan nama, punya sistem angkanya sendiri — sepuluh simbol unik yang berbeda total dari angka 0-9 yang kita pakai sehari-hari, dan bahkan sudah punya kode resminya sendiri di Unicode. Ini pengingat bagus bahwa angka yang kita anggap "universal" sebenarnya cuma satu dari sekian representasi yang mungkin untuk nilai yang sama.

Angka Jawa: sistem lain yang masih hidup

Angka Jawa tidak ditulis dengan bentuk yang mirip angka Arab sama sekali, dan penulisannya butuh tanda pembatas khusus (pada dasarnya karena bentuknya mirip dengan beberapa huruf aksara Jawa) supaya tidak tertukar dengan teks biasa. Setelah kolonial Belanda memperkenalkan sistem pendidikan Barat, angka Arab (0-9) berangsur menjadi standar administrasi dan komputasi, sementara angka Jawa bertahan sebagai bagian dari warisan budaya.

Heksadesimal di alat yang benar-benar dibuka developer

Satu digit heksadesimal persis sama dengan empat bit, jadi dua karakter heksadesimal mendeskripsikan satu byte secara ringkas — warna CSS seperti #3A7FD9, alamat MAC seperti 00:1A:2B:3C:4D:5E, atau alamat memori yang muncul di stack trace debugger, semuanya pada dasarnya cuma byte yang ditulis dalam notasi empat kali lebih pendek dari biner.

Oktal yang bertahan di izin file Unix

Oktal nyaris hilang dari penggunaan sehari-hari, tapi masih bertahan di satu tempat — chmod 755. Setiap digit oktal mengemas tiga bit izin (baca, tulis, eksekusi), jadi 7 berarti "rwx" dan 5 berarti "r-x" — membaca tiga bit sekaligus jauh lebih cepat daripada menghitung sembilan digit biner satu per satu.

Untuk apa ini dibutuhkan

  • Mengonversi warna dari format heksadesimal CSS ke nilai RGB desimal.
  • Memahami representasi biner sebuah angka saat bekerja dengan operasi bitwise.
  • Memecahkan izin file oktal di sistem Unix.

Mengapa Base64 bukan sistem bilangan

Base64 sering disalahartikan sebagai konversi sistem bilangan karena namanya yang mirip, tapi ini adalah hal yang sangat berbeda — mengodekan data biner apa pun (misalnya gambar atau file) menjadi string teks berisi 64 karakter, bukan cara menuliskan satu angka. Angka 255 dalam heksadesimal adalah FF, sedangkan angka yang sama dikodekan sebagai satu byte dalam Base64 terlihat sama sekali berbeda dan punya tujuan berbeda — mengirim data biner melalui saluran berbasis teks.

Coba alat