Hash/Kripto
Hash Generator
Hitung hash teks atau file dengan tiga belas algoritma sekaligus: MD5, SHA-1, SHA-256, SHA-384, SHA-512, SHA3-256, SHA3-512, RIPEMD-160, BLAKE2b, BLAKE2s, BLAKE3, CRC32, dan Adler-32.
A hash function turns arbitrary data into a fixed-length digest that's unique to that content — changing even one letter of the input completely changes the output. This tool computes a hash of text or a file using 13 popular algorithms at once, right in your browser.
Which algorithm to pick
- MD5 and SHA-1 — cryptographically broken (practical collision attacks exist) but still used for file-integrity checks where an attack is unlikely.
- SHA-256 / SHA-512 (the SHA-2 family) — the standard for signatures, certificates, and blockchains; no known practical attacks as of 2026.
- SHA3 and BLAKE2/BLAKE3 — newer designs; BLAKE3 in particular is very fast and parallelizes well on large files.
- CRC32 / Adler-32 — not cryptographic, meant only for detecting accidental corruption (e.g. in ZIP files), not for defending against deliberate tampering.
Common uses
- Verifying that a downloaded file isn't corrupted or tampered with, by comparing its hash to the one published by the developer.
- Generating a content-based cache key or identifier.
- Quickly comparing two large files or texts without a byte-by-byte diff.
Things to keep in mind
Hashing isn't encryption — it's one-way, so you can't recover the original data from a hash.
Plain fast hashes (MD5, SHA-256) are unsuitable for passwords — use a dedicated slow algorithm like bcrypt, Argon2, or PBKDF2 instead.
Artikel tentang alat ini: Hash Generator: apa perbedaan MD5, SHA-1, dan SHA-256
Pertanyaan yang sering diajukan
Algoritma hash mana yang sebaiknya saya gunakan?
Untuk checksum tujuan umum (integritas file, deduplikasi), SHA-256 adalah default modern yang solid. Hindari MD5 dan SHA-1 untuk hal yang sensitif terhadap keamanan, karena keduanya telah dipatahkan terhadap serangan tabrakan yang disengaja, meski masih baik untuk pemeriksaan cepat yang tidak adversarial.
Bisakah hash dikembalikan ke input aslinya?
Tidak. Fungsi hash kriptografis bersifat satu arah — Anda hanya bisa memverifikasi kecocokan dengan meng-hash input lain dan membandingkan hasilnya, bukan memulihkan data asli dari hash itu sendiri.
Apakah alat ini mengunggah file atau teks saya untuk menghitung hash?
Tidak. Semua hashing berjalan secara lokal di browser Anda melalui Web Crypto API — tidak ada yang dikirim ke server, jadi juga berfungsi secara offline.
Untuk apa sebenarnya SHA-3 jika SHA-2 masih andal?
SHA-3 dipilih sebagai "asuransi" untuk berjaga-jaga jika suatu saat ditemukan kelemahan pada SHA-2 — konstruksi internalnya sepenuhnya berbeda (Keccak). Karena belum ditemukan serangan praktis terhadap SHA-2, SHA-256 tetap menjadi standar default, sementara SHA-3 digunakan secara spesifik.
Apakah hash yang lebih panjang otomatis berarti perlindungan lebih baik?
Tidak selalu. Panjang output memang penting, tapi ketahanan algoritma terutama bergantung pada konstruksi internalnya — SHA-1 dengan output 160-bit rentan terhadap tabrakan, sementara algoritma modern yang dirancang dengan baik meski outputnya lebih pendek bisa jadi lebih andal.